Lampu yang menarik kunang-kunang itu
tak seperti bunga yang menarik kupu-kupu
ia sangat-sangat menderita
Kupu-kupu bisa memakan madu bunga
Namun lampu hanya memberi kunang-kunang
sinar kesenangan sesaat sebelum mati
Karena itu, dalam cintamu, jadilah bunga
yang menarik seekor kupu-kupu untuk selamanya
daripada lampu menarik sejuta kunang-kunang
pada hari mereka binasa
Rabu, 09 September 2009
Lampu dan kunang-kunang
Bulanku
Penipu engkau!
Kata-katamu adalah angin
angin yang (tak) pernah mampu
membuat hatiku sejuk
Engkau (tak) pernah menyinari
malam-malamku yang sunyi
Kala matahari tak terbit
(tak) mengalir sinarmu lembut
Penipu engkau!
Nada-nadamu tak lagi berarti
Keindahanmu adalah semu
dan sinarmu adalah palsu
Lebih baik engkau tak terbit
biar malam hanya berbintang
malam yang kelam
tinggallah, untuk selamanya.....
Kata-katamu adalah angin
angin yang (tak) pernah mampu
membuat hatiku sejuk
Engkau (tak) pernah menyinari
malam-malamku yang sunyi
Kala matahari tak terbit
(tak) mengalir sinarmu lembut
Penipu engkau!
Nada-nadamu tak lagi berarti
Keindahanmu adalah semu
dan sinarmu adalah palsu
Lebih baik engkau tak terbit
biar malam hanya berbintang
malam yang kelam
tinggallah, untuk selamanya.....
Selasa, 14 Juli 2009
Puisi Karya teman saya
Bayang-bayang Kelam
Oleh: Rynaldo Cahyana Hadi
Hati resah
Hati penuh tanya
Hati Gelisah
Hati penuh Dosa
Mengapa bayang-bayang itu menghantuiku?
Menyesakkan batin dan pikiranku
Mencabik urat nadi dan jantungku
Membunuh tiap hembusan nafasku
Tak bisakah kau pergi?
Berhenti tuk mengikuti
Jalan yang kulalui
Pergi! Bayang-bayang kelam yang mati
Oleh: Rynaldo Cahyana Hadi
Hati resah
Hati penuh tanya
Hati Gelisah
Hati penuh Dosa
Mengapa bayang-bayang itu menghantuiku?
Menyesakkan batin dan pikiranku
Mencabik urat nadi dan jantungku
Membunuh tiap hembusan nafasku
Tak bisakah kau pergi?
Berhenti tuk mengikuti
Jalan yang kulalui
Pergi! Bayang-bayang kelam yang mati
Langganan:
Postingan (Atom)